Temuan drone laut di Lombok dikendalikan dari mana? Begini analisis BRIN
Pakar drone dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Firman Prawiradisastra menanggapi temuan benda seperti drone bawah laut (UVV) yang diduga milik China. Seorang nelayan menemukannya saat mencari ikan di Perairan Selat Utara Trawangan, sekitar 10 mil dari Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Firman menjelaskan drone laut bentuknya seperti kapal selam mini namun tanpa awak dan dikendalikan dari jauh. UVV biasanya dilengkapi berbagai sensor.
"Pemanfaatannya bisa untuk pemantauan infrastruktur bawah laut, pemetaan laut dalam, penelitian biota laut atau bisa juga untuk misi penyelamatan bawah laut," kata Firman kepada Republika
Firman menjelaskan drone laut dikendalikan dari jarak dekat. Sehingga drone itu tak mungkin dikendalikan langsung dari negara asalnya.
"Setahu saya kalau spesifikasi drone laut jarak kendalinya berkisar 100-300 meter dari operator bila menggunakan kabel. Bila tanpa kabel ada yang bisa sampai 1 kilometer," ujar Firman.
Tapi Firman tak mengetahui kalau ada drone generasi terbaru yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer. Sehingga ini mensinyalkan drone itu bisa saja dikendalikan di dalam wilayah RI.
"Kalau dikendalikan dari jarak ratusan/ribuan kilometer saya belum tahu ya apa ada yang bisa sejauh itu," ujar Firman.
Oleh karena itu, Firman mendorong agar drone itu diteliti lebih jauh. Tujuannya guna mengetahui jenisnya sekaligus daya kendalinya.
"Harus diinvestigasi lebih jauh apa jenis drone yang ditemukan di Gili trawangan, karena dari segi jarak sepertinya tidak memungkinkan lintas negara," ujar Firman.
Selain itu, Firman menduga drone itu bukan dimaksudkan untuk pemetaan sumber daya alam bawah laut seperti minyak bumi. Sebab metode pencarian minyak bawah laut tergolong berbeda.
"Setahu saya untuk yang ada di permukaan (kedalaman laut, biota laut, kapal tenggelam, dll) bisa tapi kalau seperti minyak yang di bawah permukaan rasanya belum bisa dengan drone, agak berbeda metodenya," ucap Firman.
Diketahui, ketika ditemukan, drone laut itu dalam posisi mengam
bang di laut. Hasil identifikasi awal, benda tersebut merupakan drone bawah air yang diproduksi oleh China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC). Adapun CSIC merupakan salah satu perusahaan grup industri pembuatan dan perbaikan kapal terbesar di China.
Apalagi terdapat teks mandarin yán zhì di dalam benda itu, yang memiliki arti "penelitian dan pengembangan" atau "dikembangkan oleh". Desainnya yang dilengkapi dengan berbagai kabel, sensor, dan palka di bagian atas dengan peralatan penelitian oseanografi.
0 Response to "Temuan drone laut di Lombok dikendalikan dari mana? Begini analisis BRIN"
Posting Komentar