Pasang Iklan Gratis

Citra Kirana dan Derry Sudarisman berduka atas meninggalnya Imam Tantowi

  Kabar meninggalnya sutradara sekaligus penulis skenario senior Imam Tantowi meninggalkan duka bagi banyak pelaku industri hiburan Tanah Air. Sejumlah selebriti turut menyampaikan belasungkawa, termasuk aktris Citra Kirana dan Derry Sudarisman.

Derry Sudarisman menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya Imam Tantowi melalui unggahan Instagram Story. Ia mengunggah pesan singkat yang menunjukkan kedekatan sekaligus rasa hormatnya kepada almarhum.

“Selamat jalan masku,” tulis Derry Sudarisman dalam unggahannya.

Aktris Citra Kirana menyampaikan doa untuk Imam Tantowi. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima.

“Allahummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya Imam Tantowi, penulis sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Insya Allah almarhymah husnul khatimah, diterima semua amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di surgaNya Allah SWT. Amin,” tulis Citra Kirana.

Kepergian Imam Tantowi menjadi kehilangan besar bagi dunia perfilman dan sinetron Indonesia. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu sineas yang memiliki perjalanan panjang di industri hiburan Tanah Air.

Imam Tantowi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Agustus 1946. Sebelum dikenal sebagai sutradara sekaligus penulis skenario, ia lebih dahulu mengawali kiprahnya melalui panggung teater sandiwara pada era 1960-an. Di dunia teater, ia menjalani peran sebagai pemeran sekaligus sutradara.

Memasuki era 1970-an, Imam Tantowi mulai memperluas kiprahnya ke industri film. Perjalanannya tidak serta-merta dimulai dari kursi sutradara. Ia terlebih dahulu bekerja di belakang layar, antara lain sebagai dekorator, penata artistik, hingga asisten sutradara.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya Imam Tantowi menjadi sutradara dan memilih menekuni penulisan skenario. Pada 1978, ia mulai menulis skenario film Ding Dong. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1982, ia dipercaya menjadi sutradara.

Sejak saat itu, nama Imam Tantowi semakin dikenal melalui berbagai karya film dan sinetron. Sejumlah judul yang pernah dikerjakannya antara lain; 7 Manusia Harimau, Saur Sepuh, Seorabaia 45, Tukang Bubur Naik Haji, hingga Ketika Cinta Bertasbih.

Karya-karyanya turut mewarnai perkembangan industri hiburan Indonesia, terutama pada era ketika sinetron dan film menjadi bagian penting tontonan masyarakat. Salah satu karyanya yang populer adalah Tukang Bubur Naik Haji, sinetron fenomenal dan memiliki perjalanan panjang hingga dikenal luas oleh pemirsa televisi.

Selain meninggalkan karya, Imam Tantowi juga memiliki rekam jejak penghargaan. Ia tercatat meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Festival Film Indonesia.

0 Response to "Citra Kirana dan Derry Sudarisman berduka atas meninggalnya Imam Tantowi"

Posting Komentar