Pasang Iklan Gratis

2 tahun Prabowo-Gibran, diwarnai demo di Tugu Tani hingga kibaran spanduk Greenpeace di Bundaran HI

  Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini berjalan selama dua tahun.

Prabowo-Gibran sebelumnya dilantik menjadi Presiden dan Wapres oleh MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 20 Oktober 2024 lalu.

Dua tahun berjalan, kepemimpinan Prabowo-Gibran menuai pro dan kontra di tengah publik. 

Beragam kebijakan Prabowo-Gibran pun banyak jadi sorotan. Seperti program makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa merah putih (KDMP), Danantara, dan lain sebagainya.

Tak hanya soal program kerjanya, Prabowo-Gibran juga jadi sorotan imbas banyaknya kasus korupsi yang terjadi. 

Lalu yang belakangan ini jadi perhatian adalah masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, seperti di Sumatera dan Kalimantan.

Peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran kali ini tak hanya diwarnai oleh publikasi pencapaian pemerintah, tapi juga diwarnai beragam aksi protes dan demo oleh masyarakat.

Di antaranya adalah aksi demo mahasiswa dari berbagai universitas di Tugu Tani Jakarta.

Lalu di Bundaran HI, aktivis Greenpeace juga lantang menyuarakan keresahannya melalui bentangan spanduk berisikan ungkapan protes kepada pemerintah.

Lima Tuntutan dalam Demo Mahasiswa di Tugu Tani

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026, Fatimah Azzahra, mengungkapkan lima tuntutan dalam aksi demonstrasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

"Hari ini (Selasa) sebenarnya agenda yang kedua, dan sebenarnya di hari ini kita membawa lima tuntutan," kata Fathimah di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Tuntutan pertama, kata Fatimah, mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional sekaligus memulihkan ekosistem yang terdampak.

Kedua, mahasiswa meminta pembenahan tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial yang masih terjadi di masyarakat.

Ketiga, mereka menuntut penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi. Fathimah mengatakan tuntutan tersebut telah berulang kali disuarakan mahasiswa, tetapi mereka menilai perubahan yang diharapkan belum terlihat.

Keempat, mahasiswa mendesak pemberantasan KKN. Sementara tuntutan kelima adalah menurunkan biaya pendidikan dan mewujudkan sistem pendidikan yang berpihak kepada rakyat.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, Massa yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) itu mulai menggelar aksi sekira pukul 15.10 WIB di depan Tugu Tani. 

Massa aksi dari Komite Sadar terdiri dari BEM Universitas Indonesia (UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM).

Selanjutnya BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan BEM Universitas Brawijaya.

Tampak konsentrasi massa yang terdiri dari mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil terbagi menjadi beberapa titik. 

Mahasiswa UI tampak mengenakan pakaian serba hitam berkumpul di depan lampu lalu lintas Tugu Tani yang mengarah ke Jln Kramat Raya. 

Sementara mahasiswa IPB menggelar aksi dan orasi di sekitar Tugu Tani bersama dengan masyarakat sipil dalam aksi terpisah.

Dalam aksinya para mahasiswa dan masyarakat sipil membentangkan tuntutan agar Pemerintah menangani kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan. 

Mereka tampak membentangkan spanduk "All Eyes on Karhutla, Prabowo Harus Bertanggung Jawab".

Terdapat pula bentangkan poster bertuliskan "Banyak Asap di Sana, Pejabat Party di Sini".

Pihak kepolisian tampak mengawal ketat jalannya aksi di depan Tugu Tani. 

Arus lalu lintas terpantau padat merayap yang menuju ke arah Medan Merdeka Timur dan arah sebaliknya.

0 Response to "2 tahun Prabowo-Gibran, diwarnai demo di Tugu Tani hingga kibaran spanduk Greenpeace di Bundaran HI"

Posting Komentar