Pasang Iklan Gratis

Pelatih curhat ke media Korea, butuh waktu 2 tahun 10 bulan bawa tim voli putra Thailand rebut emas SEA Games dari Indonesia

 Pelatih timnas voli putra Thailand, Park Ki-won, berbicara terbuka kepada media Korea Selatan setelah membawa tim voli putra Thailand meraih gelar juara SEA Games setelah 8 tahun.

Thailand mengalahkan Indonesia dengan skor tipis 3-2 untuk mengamankan medali emas pada SEA Games 2025.

Ini menandai akhir dari kemenangan kejuaraan selama 8 tahun bagi tim voli putra Thailand dan gelar SEA Games ke-9 mereka, diiringi sorak sorai meriah dari penonton.

Bagi Pelatih Park Ki-won, ini adalah hasil yang sangat berharga setelah mengambil alih sebagai pelatih kepala tim nasional voli putra Thailand pada Februari 2023 atau hampir 2 tahun 10 bulan.

"Saya datang untuk bekerja di Thailand tiga tahun lalu, mempersiapkan tim di lingkungan baru," kata Park kepada media Yonhap dilansir BolaSport.com dari Thairath.

"Fakta bahwa upaya tersebut telah membuahkan hasil berupa pencapaian yang berarti ini bukan hanya karena saya sendiri, tetapi karena bantuan semua orang, kepercayaan dalam tim, dan waktu yang tepat."

"Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah menemani perjalanan saya.”

Federasi Voli Internasional (FIVB) mengirimnya sebagai pelatih kepala tim Thailand pada Februari 2023, tak lama sebelum SEA Games 2023.

Karena keterbatasan waktu, tim putra Thailand hanya finis di peringkat ke-4 pada SEA Games 2023 tanpa membawa pulang medali apa pun.

Selanjutnya pada AVC Challenge Cup 2023, ia memimpin Thailand meraih kemenangan dengan mengalahkan Bahrain 3-0 dan mengamankan tempat pada FIVB Challenger Cup 2023.

Meskipun mereka kalah dari tuan rumah Qatar 0-3 set, sehingga gagal mendapatkan tiket ke VNL 2024 atau Liga Bola Voli Dunia, ini merupakan pertanda yang sangat positif bagi perkembangan tim putra Thailand.

Sejak Pelatih Park mengambil alih tim, hal yang paling mencolok adalah standar baru yang ditetapkan untuk tim putra Thailand.

Di bawah Pelatih Park, tim bola voli putra Thailand telah menunjukkan peningkatan signifikan di bidang-bidang berikut.

Disiplin dan fisik: Pelatih Park menekankan latihan beban dan kebugaran, menghasilkan peningkatan yang nyata dalam kecepatan gerakan dan kekuatan di dekat net.

Sistem blok: Terlihat bahwa pelatih telah menerapkan sistem membaca permainan dan sistem blok yang lebih sistematis.

Para atlet sepakat bahwa pelatih sangat ketat dalam latihan, tidak mengabaikan detail terkecil sekalipun sehingga Thailand mencetak lebih banyak poin dari "dinding net" (blok di dekat net).

Memanfaatkan pemain muda: Pelatih bersedia menurunkan pemain muda yang menjanjikan secara bergantian dengan pemain veteran, memberikan tim pilihan yang beragam dan mendorong persaingan internal yang tinggi.

Meskipun telah ada kemajuan yang signifikan, masih ada beberapa area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai level kelas dunia:

Dalam beberapa pertandingan bertekanan tinggi, tim sering mengalami periode "penurunan performa mendadak," terutama ketika terus-menerus kehilangan poin. Ini adalah masalah kondisi mental dan pengalaman.

Variasi serangan cepat: Meskipun pemain penyerang luar agresif, koordinasi dalam permainan set atau serangan cepat tidak sekonsisten yang seharusnya dalam beberapa kasus.

Selama hampir tiga tahun, Pelatih Park tidak hanya datang untuk mengajarkan taktik; ia datang untuk "mengubah sikap," menanamkan kepercayaan diri pada para pemain bahwa mereka dapat mengalahkan siapa pun di Asia.

Dari "raksasa yang tertidur" yang pernah tersesat, tim voli putra Thailand kini telah menjadi tim dengan sistem yang jelas, disiplin, dan siap menjadi juara.

Hasil timnas voli putra Thailand di bawah kepemimpinan Park Ki-won.

SEA V League 2025: Juara leg pertama mempertahankan status mereka sebagai juara ASEAN.

SEA V League 2024: Juara Leg 1 dan 2 dengan rekor tak terkalahkan.

FIVB Challenger Cup 2023: Membawa Thailand ke status kelas dunia untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

AVC Challenge Cup 2023: Membuat sejarah dengan memenangkan turnamen untuk pertama kalinya

0 Response to "Pelatih curhat ke media Korea, butuh waktu 2 tahun 10 bulan bawa tim voli putra Thailand rebut emas SEA Games dari Indonesia"

Posting Komentar