Pasang Iklan Gratis

BoP tunduk pada keinginan Israel soal penarikan pasukan

 Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang didukung AS tampaknya mengubah syarat penarikan IDF dari Gaza setelah para pejabat tingginya mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Senin. Pertemuan dilakukan tak lama sebelum dilaporkan adanya serangan udara baru Israel di wilayah yang diblokade itu.

"Bertentangan dengan laporan yang tidak akurat, kami mencatat bahwa penarikan IDF ke luar 'Garis Kuning' (Yellow Line) hanya akan terjadi setelah proses pelucutan senjata rampung, sebagaimana telah dijanjikan Hamas kepada para mediator. Hal ini berlaku baik untuk senjata ringan, senjata berat, maupun terowongan," demikian pernyataan Dewan Perdamaian mengonfirmasi pertemuan di Yerusalem antara perwakilan tinggi Nickolay Mladenov, penasihat senior Aryeh Lightstone, dan Netanyahu.

Garis Kuning adalah batas wilayah yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025, yang secara garis besar membagi Gaza menjadi zona kendali Israel dan zona kendali Hamas. Sejak saat itu, IDF telah merebut lebih banyak wilayah dan kini menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza.

Israel sebelumnya diperkirakan akan mundur hingga ke Garis Kuning sesuai ketentuan kesepakatan pelucutan senjata Hamas yang diumumkan pekan lalu—demikian disampaikan seorang pejabat Dewan Perdamaian kepada The Times of Israel pekan lalu—meskipun pernyataan hari Senin ini tidak menyebutkan hal tersebut secara spesifik.

Versi awal pernyataan Dewan Perdamaian sempat menyebutkan tentang "penarikan penuh IDF." Hal itu mengisyaratkan bahwa penarikan sebagian pasukan IDF ke luar Garis Kuning bisa saja terjadi sebelum seluruh proses pelucutan senjata rampung—sebagaimana tercantum dalam usulan Dewan Perdamaian pekan lalu.

Namun, kata "penuh" dihapus dari pernyataan Dewan Perdamaian pada Senin, hanya beberapa menit setelah pernyataan itu diterbitkan. Terlepas dari hal itu, kedua versi tersebut tampak bertentangan dengan pernyataan Mladenov pekan lalu, saat ia menegaskan bahwa "Penarikan pasukan harus berjalan beriringan dengan pelucutan senjata."

Anggota sayap militer Hamas yang bersenjata mengambil bagian dalam upacara penyerahan sandera selama gencatan senjata baru-baru ini. - (EPA)

Perubahan sikap ini tampaknya merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian untuk meyakinkan Israel agar menyetujui rencana pelucutan senjatanya. Langkah ini diambil setelah para pejabat di Yerusalem bersikeras bahwa tidak akan ada penarikan pasukan IDF sampai pelucutan senjata Hamas secara menyeluruh rampung, serta menyatakan keberatan terhadap rencana yang mengusulkan proses pelucutan senjata dan penarikan pasukan secara bertahap.

Pertemuan yang berlangsung pada Senin di Yerusalem Barat itu terjadi di tengah sinyal ketidakpuasan para politisi Israel terhadap kesepakatan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Kamis pekan lalu.

Di sisi lain, Hamas bersikeras bahwa kesepakatan tersebut tidak akan dilaksanakan kecuali Israel juga menjalankan bagiannya dari kesepakatan itu.

Dalam pembicaraan tersebut, Mladenov mendesak Netanyahu untuk menghentikan serangan terhadap Gaza, menurut dua orang yang mengetahui perihal pertemuan itu sebagaimana dilaporkan kantor berita The Associated Press. Israel tetap bersikukuh menolak langkah tersebut, meskipun ada "gencatan senjata" bulan Oktober 2025. Sejak itu, Israel telah menewaskan lebih dari 1.200 warga Palestina, termasuk lebih dari 36 orang setelah kesepakatan pelucutan senjata diumumkan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya dilaporkan telah menolak ketentuan-ketentuan utama dalam peta jalan yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk tahap kedua gencatan senjata di Gaza. Ia bersikeras bahwa Israel tidak akan menghentikan operasi militer maupun menarik diri dari wilayah-wilayah yang saat ini dikuasainya di dalam Jalur Gaza.

Sikap ini muncul di tengah penegasan kembali komitmen Hamas terhadap kesepakatan yang diumumkan pekan lalu, serta pernyataan kelompok tersebut bahwa mereka sedang menunggu tanggapan resmi dari Dewan Perdamaian dan pihak mediator terkait pelaksanaannya.

Menurut harian Israel Israel Hayom, Netanyahu menyampaikan sikapnya dalam pertemuan hari Senin dengan utusan utama Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov.

"Israel tidak akan menarik diri dari posisi-posisi yang dikuasainya di Gaza, dan tidak akan melakukan gencatan senjata," ujar Netanyahu kepada Mladenov, sebagaimana dilaporkan.


0 Response to "BoP tunduk pada keinginan Israel soal penarikan pasukan"

Posting Komentar