Patriark Kirill dari Gereja Ortodoks Rusia: Senjata nuklir kami adalah "Anugerah Tuhan"
Patriark Kirill dari Gereja Ortodoks Rusia kembali menuai perhatian setelah menyebut senjata nuklir Rusia sebagai bagian dari “anugerah Tuhan” yang membantu menyelamatkan negaranya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kirill dalam kunjungannya ke Biara Tritunggal Mahakudus Santo Seraphim-Diveyevo di wilayah Nizhny Novgorod, Rusia, tempat relik Santo Seraphim dari Sarov disimpan.
Relik Santo Seraphim dari Sarov adalah sisa jasad atau benda peninggalan yang dianggap suci dan dihormati oleh umat Kristen Ortodoks Rusia dari Santo Seraphim dari Sarov, seorang tokoh rohani terkenal dalam Gereja Ortodoks Rusia.
Dalam khutbahnya, Kirill mengatakan Sarov memiliki nilai spiritual dan sejarah, karena di dekat kawasan Sarov juga berdiri pusat penelitian nuklir Rusia, yang digunakan untuk melindungi negaranya.
Menurutnya, kerja para ilmuwan, insinyur, dan pekerja yang mengembangkan teknologi nuklir merupakan bentuk hadirnya “rahmat dan belas kasih Tuhan” bagi Rusia.
“Para ilmuwan yang bekerja di sini, di Sarov, menciptakan bom atom Rusia kita, yang menghentikan rencana musuh untuk menghancurkan dan memperbudak Tanah Air kita,” ujar Kirill, Senin (3/8/2026).
Ia juga menyebut senjata nuklir Rusia sebagai “perisai Tanah Air” yang dianggapnya mampu mencegah kehancuran negara tersebut.
Menurut Kirill, keberadaan senjata nuklir menjadi faktor yang membuat Rusia tetap bertahan sebagai negara berdaulat di tengah ancaman global.
Kirill Memuji Ilmuwan Nuklir Rusia
Kirill sebelumnya juga pernah menyampaikan pandangan serupa pada 2023 ketika memberikan penghargaan gereja kepada fisikawan Rusia Radiy Ilkaev, mantan kepala Pusat Nuklir Federal Rusia di Sarov.
Saat itu, ia mengatakan bahwa penciptaan senjata nuklir terjadi “atas kehendak Tuhan yang tak terlukiskan” dan menyebut kekuatan nuklir sebagai alasan Rusia tetap bebas.
“Seandainya bukan karena karya Kurchatov dan rekan-rekannya, sulit untuk mengatakan apakah negara kita masih akan ada,” kata Kirill, Rabu (18/10/2023).
Pernyataan tersebut merujuk pada ilmuwan Soviet Igor Kurchatov yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama pengembangan bom atom Uni Soviet.
Menurut Kirill, pengembangan bom atom Soviet tidak terlepas dari keberadaan Sarov, tempat yang juga dikenal sebagai lokasi kehidupan Santo Seraphim dari Sarov.
Ia mengaitkan keberhasilan program nuklir Rusia dengan doa dan perlindungan spiritual dari tokoh agama tersebut, meskipun pengembangan senjata nuklir Soviet berlangsung ketika negara itu secara resmi menganut ideologi ateisme.
Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Pernyataan Kirill muncul di tengah peran aktifnya dalam mendukung kebijakan Kremlin terkait konflik Rusia dan Ukraina.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina, bahkan sebelumnya menyebut perjuangan Rusia sebagai bagian dari misi mempertahankan nilai-nilai negaranya.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga selama ini menekankan pentingnya kekuatan nuklir sebagai bagian dari strategi pertahanan Rusia.
Pemerintah Kremlin memandang persenjataan nuklir sebagai alat pencegah (deterrence) terhadap ancaman dari negara lain.
Kota Sarov sendiri merupakan lokasi Russian Federal Nuclear Center, pusat penelitian yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi nuklir Rusia.
Uji coba bom atom Soviet pertama, RDS-1, berhasil dilakukan pada 29 Agustus 1949 di Semipalatinsk, Kazakhstan.
Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute, Rusia saat ini memiliki ribuan hulu ledak nuklir dalam persenjataannya dan menjadi salah satu negara dengan kapasitas nuklir terbesar di dunia bersama Amerika Serikat.
Meski Kirill menggambarkan senjata nuklir sebagai perlindungan bagi Rusia, pernyataannya juga menuai kontroversi karena menyandingkan teknologi penghancur massal dengan konsep keagamaan.
Gereja Ortodoks Rusia sebelumnya pernah menyusun pedoman yang menyarankan agar pemberkatan senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir, tidak lagi dilakukan, meski praktik tersebut masih menjadi perdebatan di lingkungan gereja.


0 Response to "Patriark Kirill dari Gereja Ortodoks Rusia: Senjata nuklir kami adalah "Anugerah Tuhan""
Posting Komentar